7 Mar 2015

Perbaiki Saja Aku

“Izinkan aku menjadi yang terbaik untukmu. Jika aku belum benar, jangan pergi. Perbaiki saja aku.”


Banyak yang beranggapan jika menunggu adalah kegiatan tanpa bayaran paling membosankan. Aku setuju, pada penekanan ‘tanpa bayaran’, tapi aku menolak, jika semua hal barusan dikatakan paling membosankan. Karena menurutku, menunggu adalah kegiatan sukarela yang sangat mendebarkan..

… jika hal itu kulakukan untukmu.

Beberapa tahun yang lalu, aku bertemu seorang gadis yang memiliki mimpi besar. Seorang gadis yang ketika kau menatapnya, kau akan merasakan ketegangan penuh tanda tanya. Gadis itu sangat manis, jauh lebih manis dari buah ara di Timur-Tengah. Dan ketika menyunggingkan sebuah senyuman, ia tampak bagaikan seorang bayi yang baru pertama kali menatap awan melalui celah pada jendela rumah. Bahkan, ketika sedang menangis, kecantikan gadis itu tak berkurang sedikitpun; ia masih cantik, seperti seharusnya.

Dan saat ini—ketika aku menyadari semua hal yang kusebutkan tadi—aku mulai bertanya pada semesta alam, apakah gadis sepertimu diciptakan hanya untuk membuatku kagum? Karena sampai detik ini, aku hanya bisa mengagumimu melalui perangkat virtual, dan mencoba memberikan perhatian tertutup dengan cara merahasiakan sebuah nama yang tertulis pada profilku.

Dalam hal ini, kau boleh menyebut diriku sebagai pria yang lemah, tapi untuk hal lain? Sepertinya kau harus membaca kisahku hingga usai.

Suatu malam, di persimpangan jalan Bekasi, kita bertatap wajah untuk pertama kalinya. Cahaya lampu di tepi jalan memantulkan efek cahaya pada wajahmu. Membiaskan nuansa jingga pada kening dan pipimu. Meredup dan menyala dalam hitungan detik, seakan menampilkan sebuah getaran hebat yang tercipta karena pertemuan rahasia ini.

Aku memberanikan diri untuk mendekatimu, dan berkata, “Hai.”

13 Feb 2015

Untuk Kecantikan Abadiku

Ibuku pernah bilang, “Kalo kamu jatuh cinta, tulis sebuah surat. Kalo kamu memendam cinta, simpan sebuah surat.

Awalnya aku kurang paham dengan ucapan ibu. Kata ‘simpan’ di sini memiliki arti yang ganda; pertama, simpan bisa berarti disembunyikan; kedua, simpan bisa berarti kemunculan-yang-sedikit-ditunda.

Sampai pada akhirnya ibu melanjutkan, “Simpan, demi kebaikanmu kelak.

Simpan, demi kebaikanmu kelak. Yeah! Itu tandanya ‘simpan’ memiliki arti yang cukup baik. Eufemisme dari kata harapan. Maksudku, suatu saat nanti, surat ini akan dibuka dan dibaca oleh seseorang yang namanya tercantum dalam kalimat yang kita rangkai tersebut. Jadi aku menatap wajah ibu, lalu berkata dengan suara parau, “Bu, aku mau nulis surat untuk calon istriku.”

Ibu menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya secara perlahan. “Silahkan,” katanya. “Jangan membuat calon istrimu menunggu.”

Aku mengangguk—berpaling dari wajah ibu, kemudian mengambil sebuah pena, dan selembar kertas putih bergaris. Lalu, pada detik itu juga, aku mulai menulis sebuah surat.


1 Jan 2015

Jadilah Superhero Untuk Dirimu Sendiri

        “Gue baru tau, kalo ternyata di Amsterdam itu suhunya dingin banget, ya? Apalagi di pusat kotanya, astagaaaaaa, bikin merinding!” kata mahasiswi modis yang selalu heboh sama apa aja yang berhubungan dengan Eropa, Amerika dan hal-hal lain yang baginya luar biasa.

        “Masa, sih? Tadinya gue pikir Bandung itu kota paling dingin, eh, ternyata nggak. Padahal gue aja kudu pake jaket jeans lapis tiga kalo kesana, khususnya di Lembang, tuh,” respon wanita sederhana bernama Nara, sahabat mahasiswi modis barusan, sembari membuka halaman per-halaman novel And Then There Were None karya Agatha Christie yang sedari tadi dipegangnya.

        “Alaaaaaa, itu sih karena elo-nya aja kampungan. Tidur di kamar ber-AC aja, langsung flu. Makanya, biasain hidup di tempat-tempat dingin. Besok bilang ke nyokap-bokap lo, kalo di luar sana, ada Negara yang namanya Islandia! Disana dingin banget. Percaya, deh!” Sembur mahasiswi modis yang makin lama, makin ngeselin, “Eh, tapi…..”

        “Tapi kenapa?”

        “Tapi gue takut aja. Takut kalo mati kaku disana. Beneran. Coba aja lo pikir, pergi ke Bandung aja, elo kudu pake jaket jeans berlapis-lapis, apalagi ke Islandia? Bisa-bisa elo berpakaian ala tentara Eropa Barat abad pertengahan. Serba besi!”

        “Astagaaaa, lagian bokap ama nyokap gue nggak bakal ngizinin kok. Apalagi ongkos ke Islandia kan mahal. Nggak cukup barang seribu ato dua ribu perak!” timpalnya ketus, “PUAS LO?!”

        “Duile kasihan amat sih lo. Dasar, perempuan miskin penuh kebanggaan!” Mahasiswi sengak itu ngedorong pundak Nara, sampai novel yang sedari tadi dipegangnya terlempar jatuh, “Eh, buku apa, tuh? Resep makanan ya?”

13 Des 2014

Ngomongin Idola

       Belahan bumi bagian mana yang penduduknya sama sekali nggak punya sosok idola? Jawabannya: enggak ada.

Bohong banget, kalo ada temen kita yang bilang, “Idola? Sorry, gue nggak punya idola. Kalopun punya, mungkin cuma ada tiga orang: bokap, nyokap, sama diri gue sendiri.”

Basi.

Lagian di jaman yang serba modern kayak sekarang, kita, sebagai anak muda, bisa dengan mudah mengakses segala macem kegiatan hiburan. Kayak musik, film, atau seni hiburan lain yang daya tariknya dapat disampaikan lewat sosok karakter di dalamnya.

Oke, kita ambil contoh lewat film. Kalian pernah nonton film Mission Impossible kan? Pernah ngeliat bagaimana si Tom Cruise berperan di dalam film tersebut? Pertanyaannya: menurut kalian, bagaimana konsep keberhasilan film ini? Apakah Mission Impossible yang membuat nama Tom Cruise dikenal? Atau malah sebaliknya, Tom Cruise yang membuat nama Mission Impossible jadi lebih dikenal?

Gimana?

Kalo gue setuju sama opsi kedua: Tom Cruise yang bikin film Mission Impossible jadi lebih dikenal.

Seandainya tokoh utamanya diganti sama Lucian Msamati (Lucian adalah aktor dari Zimbabwe. Taruhan sama gue, pasti kalian semua nggak kenal kan? Gue juga gak kenal. Barusan iseng aja nyari di google. Hahaha). Well, bayangin kalo aksi manjat gedung, pukul-pukulan, dan adegan lainnya dilakuin sama Lucian, pasti film Mission Impossible nggak bisa narik perhatian cewek-cewek penikmat film. Atau seandainya pemeran utamanya diganti sama aktor dari Iraq. Bayangin, saat film sudah mencapai ending, lalu ada partner girl yang mau nyium si aktor, pas bibir mereka udah berjarak 3 cm, si aktor bakal menghindar, lalu berkata dengan mantap, “Astaghfirullah, Ukhti.. Ciuman itu haram. Yasallam~”