7 Des 2014

Pria Nakal Adalah Idola

        Kamu termasuk pria yang tampan? Pria yang hebat? Pria yang merajai seluruh harta dan tahta? Pria yang romantis? Pria yang sangat blablabla?

        Tapi kamu masih sering mempertanyakan tentang status yang dari dulu, sampe sekarang, masih sama? Jomblo.

        Oh, plis. Izinkan saya menjawabnya..

        Boleh?

        Harus boleh.

Oke. Kalo kalian termasuk pria yang tampan, mapan, dan punya segala-galanya, namun kurang mendapat perhatian dari wanita, kuncinya hanya satu.

JADILAH PRIA YANG NAKAL.

***

sumber gambar


        Untuk kamu para pria, jangan menyakiti diri kamu dengan pencitraan. Lebih baik terbuka. Bebaskan dirimu. Jangan terlalu menutupi sifat asli, yang kemudian hanya mencari cermin dari pria lain yang kamu anggap lebih baik.

        Wanita mengagumi pria yang terbuka. Wanita mengagumi pria yang jujur. Dan wanita, pastinya mengagumi pria yang memiliki banyak teka-teki hidup. Teka-teki membuat wanita bertanya-tanya mengenai sifat asli seorang pria. Teka-teki juga membuat wanita lebih merasa tertantang. Teka-teki, membuat segalanya menjadi lebih berarti. Karena melalui teka-teki, seorang pria dapat mengajak wanita untuk masuk ke dalam petualangan hidupnya.

Namun di balik semua itu, kamu juga harus tau, kalo pada kenyataannya, teka-teki biasanya hanya dimiliki oleh pria nakal. Karena sejatinya, pria nakal sangat jauh dari eksistensi dunia maya. Mereka sulit untuk berbagi dan bercerita. Semuanya mereka rahasiakan seorang diri. Dan hebatnya, ini yang membuat wanita merasa tertantang. Pria nakal sangat pandai menciptakan suatu challenge, sehingga para wanita tidak merasa jenuh, karena selalu ada warna baru di tiap harinya.

23 Okt 2014

Naik Kereta Api Seru, Kok!

Setiap hari, kalo mau berangkat kuliah, gue selalu milih kereta api sebagai transportasi menuju kampus. Kalo elo nanya ‘enak’ atau ‘nggak’, so pasti gue bakal jawab dua-duanya. Ada enaknya, ada enggaknya.

Enaknya, disamping harga tiket yang relatif murah, naik kereta juga lebih aman dibanding kendaraan umum lain. Ya meski begitu, elo jangan terlalu santai juga, jaga-jaga tetep perlu. Misalnya, pindahin tas atau plastik bawaan ke bagian depan tubuh. Biar aman dari pencopet. Gitu.

Nah, kalo nggak enaknya, banyak. Misalnya, empet-empetan atau desek-desekan. Kalo desek-desekannya sama Dian Sastro sih nggak apa-apa. Lah ini, desek-desekannya sama bapak-bapak kantoran yang depresi karena gajinya selalu dipotong tiap tahun. Coba, gue pernah satu kereta sama bapak-bapak yang usianya (mungkin) sudah menyentuh 55 tahun. Waktu itu kita ada di Stasiun Kranji, Bekasi Barat. Awalnya sih asik-asik aja, kereta jalannya juga santai. Sampai ketika kereta berhenti di Stasiun Cakung, penumpang mulai nambah. Gerbong kereta jadi kayak diskotik Jakarta Pusat. Rame banget. Asli. Nggak berapa lama, pintu otomatis kereta tertutup dengan rapat. Kereta berjalan dengan normal. Dan pada saat itu, posisi gue sama bapak-bapak tadi pun mulai berhadapan. Kita berdua tampak mesra. Namum masih memiliki jarak satu sama lain.

Stasiun Buaran. Di sini, para penumpang makin gila-gilaan, mereka tetep maksa masuk, meskipun space di gerbong kereta udah nggak memungkinkan. Mereka saling berteriak riuh, “WOY, AWAS. KASIH JALAN WOY! ISTRI GUE HAMIL!!” Dan demi apapun, yang teriak kayak gitu ternyata seorang anak yang masih pake seragam putih biru. Ini anak nggak jago nyepik, ato gimana? Heran. Eh, ya. Akhirnya kereta jalan lagi. Dan elo tau apa? Posisi gue sama bapak-bapak tadi udah saling bersentuhan. Kita berhadapan satu sama lain. Perut kita saling menempel, keringet kita saling menetes, dan yang lebih gokilnya lagi adalah…. kening kita saling bersentuhan! KIAMAAAAAT!

10 Agu 2014

The Worst Mudik Ever!

         Jadi, gimana perasaan temen-temen yang ikut mudik kemarin? Trauma? Kesel? Atau malah seneng?

        Kalo gue sih tiga-tiganya dapet. Trauma, iya. Kesel, iya. Seneng juga iya. Jadi persentase-nya begini: Trauma (45%), Kesel (53%), Seneng (2%). Aneh emang.

        Tapi coba aja kalian bayangin. Tiap tahun jumlah pemudik semakin bertambah banyak, meski begitu, lebar jalan nggak bertambah sedikitpun. Segitu-gitu aja. Sampe kiamat!

        Beberapa hari yang lalu, gue baca di salah satu media televisi, kalo ternyata tahun 2014 ini Jakarta kedatangan 65rb pendatang baru. Ajaib banget. Kalo kita hitung dalam hitungan sepuluh tahun, itu artinya kita kedatangan 650rb pendatang baru. Kalo kita hitung lebih dalam lagi, di tahun 2100 nanti, Jakarta bakal kedatangan 6jt pendatang baru! Bombastis abis! Padahal di Tahun 1900-an, Jakarta hanya ditargetkan mampu menampung 700.000 penduduk. Sedangkan saat ini Jakarta sudah diisi oleh 9jt penduduk. Dan itu artinya, di tahun 2100 nanti, ibukota kita tercinta ini harus kuat menampung 15jt penduduk dari berbagai daerah. Can you imagine this situation, dude? 15jt penduduk!

***

        Balik lagi soal mudik. Menurut gue, mudik tahun ini adalah mudik terparah yang pernah kita rasain. Gimana nggak? Bagi mereka yang mudik naik mobil pribadi, perjalanan sejauh 100KM aja harus ditempuh selama kurang lebih 15 jam. Nggak kebayang gimana kalo jarak tempuh mudiknya itu sampe 1.000KM, wah, mungkin pas nyampe kampung, harga premium udah Rp 50.000/liter kali, ya? Hihihi..

        Kebetulan, mudik tahun ini, gue sekeluarga ikut meramaikan. Tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik tahun ini, gue ngerasa sedikit canggung. Apalagi setelah liat beberapa berita di tivi yang isinya nggak jauh-jauh dari kemacetan arus mudik. Khususnya bagi mereka yang ingin mudik ke Jawa Tengah, ataupun ke Jawa Timur.

28 Jun 2014

Permintaan Saya Kepada Calon Presiden

        Setelah nonton debat capres-cawapres bagian pertama di MetroTV tanggal 9 Juni kemarin, saya jadi mikir, “Gila, gaul banget nih rencana politik capres-cawapres buat 5 tahun ke depan!” tapi itu ‘kan sekedar wacana, kita juga belum tau gimana nasib bangsa setelah dipimpin oleh salah satu dari dua kandidat capres-cawapres yang bersangkutan.

        Kalo saya, sih, nggak terlalu fanatik sama pemilu 9 Juli nanti. Lagian mau siapa aja presidennya, saya rasa wajar-wajar aja, terlebih dua kandidat ini memiliki potensi yang sama untuk duduk di bangku kepresidenan. (tapi gak berarti saya golput, ya). Yang penting dan paling terpenting adalah, capres dan cawapres ini bisa ngedenger semua kemauan anak muda. Gitu aja, sih. Hehehehe.

Sumber gambar


        Sebagai bagian dari anak muda, saya juga punya beberapa permintaan untuk kedua capres dan cawapres ini. Nggak banyak kok. Cuma lima. Semoga permintaan saya ini bisa didenger, terus dijalankan dengan baik. Demi kemajuan Negara dan kaula mudanya.

        Untuk pak Prabowo-Hatta dan pak Jokowi-JK, tolong dengarkan permintaan saya, ya. Saya yakin, kelima permintaan saya ini akan mewakili kehendak anak muda pada umumnya. Hehehe. Nggak usah kebanyakan basa-basi, ah. Langsung aja.