13 Apr 2014

Mari Merubah Indonesia!

Hallo, temen-temen sebangsa dan setanah air..
Sebelumnya, perkenalkan dulu, nama saya Septian Farhan. Atau biasa dipanggil Farhan.

Tujuan saya menulis ini adalah, saya ingin menyampaikan, jika pemilihan presiden sudah di depan mata. Bagi anda yang sudah memiliki hak untuk memilih, sebaiknya berhati-hati dalam menentukan pilihan. Ada baiknya jika anda memahami dulu karakteristik CAPRES yang akan anda pilih.

Oleh karenanya, saya menyalonkan diri untuk maju sebagai ketua umum di salah satu partai politik Indonesia. Ya, PEMILU selanjutnya akan digelar tahun 2019, tapi saya harus berbenah diri dari sekarang, agar program yang saya bangun bisa tertata lebih rapi. Dan dapat segera direalisasikan saat saya sudah terpilih menjadi presiden nanti. Implementasi seperti ini yang seharusnya dibuat oleh CAPRES-CAPRES yang akan dipilih oleh masyarakat Indonesia. Karena dengan rencana yang matang, tujuan Negara pasti akan tercapai.



***

Saya, sebagai CAPRES termuda sepanjang masa, ingin menyuarai kegelisahan masyarakat. Menuntun kehendak mereka menuju arah ‘ketercapaian’. Tak hanya itu, saya bersumpah, akan melakukan tugas sebaik mungkin, seperti:

29 Mar 2014

HAH?!

        Dari kecil, gue paling hobi sama yang namanya makan. Entah itu makanan ringan, makanan berat, makanan ringan sama dijinjing berat sama dipikul, atau makanan-makanan lain yang layak untuk dikonsumsi.

        Sama halnya seperti pemakai narkoba, gue juga sering ngerasa sakaw tiap kali gagal ngedapetin makanan yang gue mau. Misal, gue pengen banget makan batagor, eh abang-abang batagornya malah bilang: “Maaf, mas. Batagornya abis. Adanya cuma bumbu kacang-nya aja. mau, gak?”

***BUMBU KACANG!***
……

***BUMBU KACANG!***
……

***BUMBU KACANG!***
……

***BUMBU KACANG!***
……

Emang udah gila tuh abang-abang batagor! Siapa juga yang mau makan bumbu kacang (doang)? Masa iya gue beli satu mangkuk bumbu kacang, terus gue makan sambil berdecak, “Uhhhh, rasanya lezaaat…. Uhhhh…. Ketagihan… uuhhh… nikmat.. uuuhh.. gak tahaaaan~”
Janggal abis.

Nah. Jadi, intinya adalaaaaaah.. gue lebih suka kelaperan, ketimbang harus makan makanan yang nggak gue suka.
Gitu.



***
        Oh, iya. Pasti kalian nggak percaya, ya? Hihihi iya, iya. Soalnya manusia ‘kan gitu. Kalo lagi laper, apa aja dimakan. Mau suka kek, nggak kek, semua disikat. Tanpa sisa! Hehehe.

Tapi beneran deh, gue nggak gitu. Buktinya kemarin, tepat hari Sabtu. Gue ngalemin hal yang berhubungan langsung dengan makanan. Jadi gini…

9 Mar 2014

Diary Sopir Bajaj


        Kalo kamu pikir sopir bajaj itu nggak ada yang gaul, berarti kamu salah besar. Beneran. Beberapa sopir bajaj biasanya memiliki sudut pandang yang berbeda, lho, soal bagaimana mereka menjalani hidup. Wah, tunggu dulu.. kehidupan sopir bajaj nggak melulu soal uang, dan keluarga, kok. Kan ada juga tukang bajaj yang masih remaja. Masih memikirkan kemana nasib asmaranya akan bergantung. Gitu.

        Nah, kamu pernah, gak, liat sopir bajaj yang tampilannya outstanding? Pasti nggak pernah, ya? Mungkin karena tukang bajaj itu rata-rata simpel, nggak mau ribet. Setelan kaos oblong sama jeans robek juga udah cukup.

        “Wahileh, Tong, Tong, gue mane sempet begaye. Lagian kalo gue begaye, siape juga yang mau liat? Kan penumpangnye duduk di belakang. Kagak keliatan gue-nye!” Kilah sopir bajaj yang umurnya sudah menyentuh 99 tahun 11 bulan 29 hari.

***

        Terlepas soal penampilan barusan, ternyata sopir bajaj juga memiliki kisah asmara yang cukup menarik, lho. Pasti kamu semua nggak percaya ‘kan? Hihihi..

        Awalnya saya juga nggak percaya, Tapi berhubung kisah ini ada, jadi mau gak mau, saya kudu percaya. Berat juga, sih.

        Jadi gini..
      Semua berawal pada malam Sabtu yang kurang baik. Saat itu, tetesan hujan tak hentinya membasahi daratan. Pun dengan suara tetesannya, yang seolah mengajak anak-anak di sekitar untuk menari, mengikuti irama yang ada. Tapi tidak untuk remaja pria bernama Paul (sebenernya nama aslinya Sugeng Cahyono, cuma karena dia nge-fans berat sama Paul McCartney, jadinya dia lebih seneng di panggil Paul), ya, Paul adalah seorang sopir bajaj berusia 22 tahun. Usia yang sangat tepat untuk merajut kisah asmara. Makanya nggak heran, kalo waktu itu dia keliatan murung banget. Kerjaannya mojooook terus di sudut kamar kost-annya. Hih!

9 Feb 2014

Perokok Itu Gak Keren, Kok!


        “Kamu pacaran sama perokok, ya?” tanya seorang pria, singkat.

        “Iya! Emang ada yang salah dari seorang perokok?”

      “Tentu ada!” ujar pria tadi, “Lagian emang kamu nggak keganggu kalo deket sama dia? Pembicaraan kalian akan diwarnai oleh asap yang mengepul dengan ganas!”

      “Gak peduli!” jawabnya ketus, “Percaya, deh. Kalo dia emang sayang sama aku, dia bakalan berhenti ngerokok, kok!”

         “Nggak mungkin! Berhenti ngerokok kan sus….”

        Belum selesai pria itu berbicara, si wanita langsung memotongnya dengan cepat, “Apa? Berhenti ngerokok itu susah? Nggak, tuh! Aku yakin sama kekuatan cinta. Masa iya, cinta dia ke aku bisa kalah sama hobi ngerokok-nya! Udah, deh. Kamu peduli amat! Lagian yang pacaran kan aku, bukan kamu. Ya suka-suka aku, dooong..”

        “Iya, deh. Terserah kamu. Selamat menuju kematian bersama kekasih, ya! Bye!” pria itu ngeloyor pergi, disertai oleh cekikikan yang sedikit tertahan.


***

        Udah tiga kali gue terlibat dalam pembicaraan seperti itu, dan udah tiga kali juga gue gagal, karena nasihat gue terhempas jauh oleh kilahan-kilahan mereka yang hebat.

        Tapi gue bisa apa? Karena pada dasarnya, merokok adalah hal yang wajar bagi seorang pria, khususnya di Negara kita, Indonesia. Malahan, menurut  riset, jumlah perokok Indonesia sudah meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1980. Wah, mungkin karena jumlah penduduk Indonesia yang saban hari semakin bertambah kali, ya? Duh!