Dari seluruh Fakultas yang ada di Perguruan Tinggi
Indonesia, gue percaya kalo Fakultas Ilmu Komunikasi adalah fakultas dengan
matakuliah pa……….ling mudah. Oke, gue kasih penekanan. P A
L I N
G M U
D A H.
Kalo gak percaya, kalian boleh tanya ke temen,
tetangga, atau guru ngaji kalian yang kebetulan alumni FILKOM.
Contohnya, di FILKOM kalian bakal ketemu sama mata
kuliah yang isinya cuma ngobrol sama temen kelas. Dan, lewat obrolan itu,
kalian disuruh ngerumusin apa aja yang udah dibicarain. Bete banget, kan?
Misal: Farhan ketemu mantan, Farhan grogi, akhirnya
Farhan memilih untuk diam dan lompat dari menara sutet. Apakah di sana terjadi
tindak komunikasi? Jawabannya: tidak!
Udah, gitu doang!
Tapi, jangan mentang-mentang mata kuliah FILKOM gampang,
kalian berpikir kalo pengajarnya juga segampang materinya. Gue tegasin ke
kalian semua, dosen FILKOM itu gak beda jauh sama tukang kue rangi! Kalo kita
lagi butuh, susah banget nyarinya. Dan lagi, mereka selalu pandai berkilah,
jadi semua kesalahan mereka dengan mudah beralih ke diri kita.
Mahasiswa : Pak,
materi yang bapak jelasin sedikit beda sama minggu kemarin.
Dosen :
Sengaja.
Mahasiswa : Kok
sengaja?
Dosen :
Kamu anak komunikasi bukan?
Mahasiswa : Iya.
Terus hubungannya sama anak komunikasi apa?
Dosen :
Materi yang saya ajarin hari ini beda sama minggu kemarin, kan?
Mahasiswa : Iya,
terus?
Dosen :
Ya seharusnya kamu bisa bikin kesimpulan dari nada bicara saya.
Mahasiswa : Nada
bicara bapak?
Dosen :
Iya. Mana yang sekiranya nada bicara saya lebih meyakinkan. Hari ini atau
Minggu kemarin?
Mahasiswa :
Ming-minggu kemarin, sih.
Dosen :
Nah, kan. Itu tandanya materi hari ini emang salah.
(Dalem hati :
LAH BUJUG. EMANG MENURUT LO TADI GUE BILANG APA, COK?!)
Mahasiswa : Oh,
oke, pak. Maap, saya salah.
